BAB V
RAPAT DAN MUSYAWARAH

Pasal 19
Rapat dan Musyawarah Tingkat Sektor/Perminggun ( Perpulungen Jabu-Jabu)

1. Rapat Anggota

1.1. Rapat Anggota diadakan sekurang – kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun
1.2. Rapat Anggota bertugas untuk menetapkan rencana kerja tahunan dan mengevaluasi kegiatan tahun sebelumnya.

 

2. Rapat Pengurus

2.1. Rapat Pengurus diadakan sekurang –kurangnya 1 (satu) kali dalam satu bulan
2.2. Rapat Pengurus sah bila dihadiri ½ n + 1 dari jumlah Pengurus,dan apabila tidak korum, rapat ditunda satu kali. Dan rapat berikutnya tidak melihat korum.
2.3. Rapat Pengurus bertugas menjabarkan pelaksanaan keputusan Rapat Anggota Tahunan dan Keputusan Rapat Pengurus Lengkap tingkat Jemaat, seturut dengan GBP GBKP dan Keputusan Sidang Majelis Jemaat

 

3. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu-Jabu) :

3.1. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu Jabu) diadakan 5 (lima) tahun sekali.
3.2. Peserta Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu Jabu) adalah semua Pengurus dan anggota MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungan Jabu-Jabu) yang berada di wilayah Pelayanan sektor/Perminggun (Perpulungan Jabu-Jabu) tersebut. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Sektor sah bila dihadiri 1/2n+1 dari peserta Musyawarah Pelayanan dan apabila belum korum Sidang ditunda selama 30 (tiga puluh) menit dan selanjutnya Sidang dianggap korum/sah.
3.3. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu-Jabu ) ini bertugas mengevaluasi pekerjaan pengurus selama 5 (lima) tahun, menyusun rencana kegiatan 5 (lima) tahun dan memilih Pengurus untuk periode berikutnya.

Pasal 20
Rapat dan Musyawarah ditingkat Majelis Jemaat (Runggun)

 

1. Rapat Pengurus :

1.1. Rapat Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun) diadakan sekurang –kurangnya 1 (satu) kali dalam satu bulan.
1.2. Rapat sah apabila dihadiri ½ n + 1 dari jumlah Pengurus, apabila tidak korum, rapat ditunda satu kali. Dan rapat berikutnya korum atau tidak, rapat tetap dianggap sah
1.3. Rapat Pengurus bertugas menjabarkan pelaksanaan Keputusan Rapat Pengurus Lengkap MAMRE GBKP tingkat Majelis Jemaat (Runggun), Keputusan Rapat Pengurus MAMRE GBKP Klasis serta menampung usul – usul MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu-Jabu) serta usul – usul BP. Majelis Jemaat (BP Runggun).


2. Rapat Pengurus Lengkap :

2.1. Rapat Pengurus Lengkap MAMRE GBKP tingkat Majelis Jemaat (Runggun) diadakan sekurang – kurangnya 6 (enam) bulan sekali.
2.2. Peserta Rapat Pengurus Lengkap MAMRE GBKP tingkat Majelis Jemaat (Runggun) adalah semua Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun) dan 3 (tiga) orang utusan dari Pengurus MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungan Jabu-Jabu).
2.3. Rapat sah apabila dihadiri ½ n + 1 dari jumlah peserta. dan apabila belum korum sidang ditunda selama 30 (tiga puluh) menit dan selanjutnya Rapat dianggap korum/sah.
2.4. Rapat Pengurus Lengkap bertugas mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan dan menjabarkan pelaksanaan kegiatan – kegiatan berikutnya.

 

3. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Tingkat Majelis Jemaat (Runggun) :

3.1. Diadakan sekali dalam 5 (lima) tahun
3.2. Peserta Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP tingkat Majelis Jemaat (Runggun) adalah semua Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun) dan utusan Pengurus MAMRE GBKP Sektor (Perpulungen Jabu-Jabu ) sebanyak 3 (tiga) orang.
3.3. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun) bertugas mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat selama 5 (lima) tahun dan memilih Pengurus Mamre Majelis Jemaat (Runggun) untuk periode berikutnya.
3.4. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun) dianggap sah apabila dihadiri oleh ½ n + 1 dari Peserta dan apabila belum korum ditunda sampai 30 (tiga puluh) menit dan selanjutnya dianggap korum/sah.
3.5. Kabid Persekutuan (Koinonia) / Tim (Seksi) MAMRE GBKP Runggun dan BP. MAMRE GBKPKlasis diundang sebagai konsultan.Musyawarah Pelayanan Majelis Jemaat dipimpin oleh 3 (tiga) orang majelis ketua yang di pilih daripeserta


4. Undangan Rapat dibuat secara tertulis.

 

Pasal 21
Rapat dan Musyawarah Tingkat Klasis

1. Rapat Pengurus

1.1. Rapat Pengurus MAMRE GBKP Klasis diadakan sekurang-kurangnya 1 kali dalam satu bulan.
1.2. Rapat Pengurus sah apabila dihadiri oleh ½ n+1 dari seluruh Pengurus, apabila tidak korum, rapat ditunda satu kali. Jika rapat berikutnya tidak menuhi korum, maka rapat tetap dianggap sah.
1.3. Rapat Pengurus bertugas menjabarkan pelaksanaan keputusan Rapat Pengurus Lengkap MAMRE GBKP Klasis dan keputusan Rapat Pengurus Lengkap MAMRE GBKP Klasis dan keputusan Rapat Pengurus Lengkap Pusat MAMRE GBKP, keputusan Rapat Pengurus Pusat MAMRE GBKP Majelis Jemaat, maupun usul – usul BP Klasis/Sidang Klasis.


2.
Rapat Pengurus Lengkap

2.1. Rapat Pengurus Lengkap MAMRE GBKP Klasis diadakan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali
2.2. Peserta Rapat Pengurus Lengkap MAMRE GBKP Klasis adalah seluruh Pengurus MAMRE GBKP Klasis dan 3 (tiga ) orang utusan dari Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun).
2.3. Rapat Pengurus Lengkap MAMRE GBKP Klasis sah apabila dihadiri ½ n+1 dari peserta, dan apabila belum korum, rapat ditunda selama 30 (tiga puluh) menit dan selanjutnya dianggap korum/sah.
2.4. Tugas dari Rapat Pengurus Lengkap MAMRE GBKP Klasis adalah :

2.4.1. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan dan menjabarkan pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan berikutnya serta menampung dan membicarakan usul Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun).
2.4.2. Merumuskan usul-usul kepada Pengurus Pusat MAMRE GBKP

 

3. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Klasis.

3.1. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Klasis diadakan 5 (lima) tahun sekali
3.2. Peserta Musyawarah Pelayanan Klasis adalah seluruh Pengurus MAMRE GBKP Klasis dan 3.(tiga) orang utusan dari Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat, sedangkan BP GBKP Klasis dan Pengurus Pusat MAMRE GBKP diundang sebagai konsultan.
3.3. Musyawarah Pelayanan Klasis sah, apabila dihadiri oleh ½n+1 dari Peserta. Setelah Rapat dan Musyawarah dibuka, ternyata belum memenuhi korum, maka rapat ditunda 30 (tiga puluh) menit, dan setelah itu rapat dianggap sudah sah/ korum.
3.4. Musyawarah Pelayanan Klasis bertugas mengevaluasi pelaksanaan tugas selama lima tahun serta memilih Pengurus MAMRE GBKP Klasis untuk priode berikutnya.
3.5. Musyawarah Pelayanan Klasis dipimpin oleh 5 (lima) orang Majelis Ketua yang dipilih dari peserta

 

Pasal 22
Rapat dan Musyawarah Tingkat Pusat

 

1. Rapat Pengurus Pusat MAMRE GBKP:

1.1. Rapat Pengurus Pusat MAMRE GBKP diadakan 1 (satu) bulan sekali.
1.2. Rapat Pengurus Pusat MAMRE GBKP sah apabila dihadiri oleh ½ n+1 oleh seluruh Pengurus Pusat MAMRE GBKP . Jika tidak korum maka rapat ditunda satu kali. Dalam rapat berikutnya, tetap sah tanpa memperhitungkan korum.
1.3. Rapat Pengurus Pusat MAMRE GBKP dipimpin oleh Ketua Umum dan apabila berhalangan dipimpin oleh salah satu Ketua Bidang.
1.4. Rapat Pengurus Pusat MAMRE GBKP bertugas untuk menjabarkan hasil Rapat Pengurus Pusat Lengkap MAMRE GBKP dan menampung usul-usul Pengurus MAMRE GBKP Klasis dan Moderamen GBKP.

 

2. Rapat Pengurus Pusat Lengkap MAMRE GBKP

2.1. Rapat Pengurus Pusat Lengkap MAMRE GBKP diadakan 1 (satu) tahun sekali.
2.2. Peserta Rapat Pengurus Pusat Lengkap MAMRE GBKP ialah semua Pengurus Pusat MAMRE GBKP ditambah 3 (tiga) orang dari setiap Pengurus MAMRE GBKP Klasis
2.3. Rapat Pengurus Pusat Lengkap MAMRE GBKP sah apabila ½ n+1 dari peserta . Setelah Rapat dan Musyawarah dibuka ternyata belum memenuhi korum, maka Rapat ditunda 30 (tiga puluh) menit dan setelah itu Rapat dianggap sudah sah/korum.
2.4. Tugas dari Rapat Pengurus Pusat Lengkap MAMRE GBKP adalah mengevaluasi pelaksanaan kegiatan selama satu tahun, menyusun program kegiatan dan anggaran tahunan serta menampung dan membicarakan usul-usul dari Pengurus MAMRE GBKP Klasis dan Moderamen GBKP.
2.5. Rapat Pengurus Pusat Lengkap MAMRE GBKP dipimpin oleh Pengurus Pusat MAMRE GBKP.

 

3. Musyawarah Pelayanan (MUPEL) MAMRE GBKP.

3.1. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP dilaksanakan 5 (lima) tahun sekali.
3.2. Peserta Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP adalah seluruh Pengurus Pusat MAMRE GBKP, 3 (tiga) orang utusan Pengurus MAMRE GBKP Klasis dan dua orang utusan Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun).
3.3. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP sah, apabila dihadiri oleh ½n+1 dari Peserta. Setelah Musyawarah dibuka, ternyata belum memenuhi korum, maka rapat ditunda 30 (tiga puluh) menit, dan setelah itu rapat dianggap sudah sah/ korum.
3.4. Mupel MAMRE GBKP Pusat dilaksanakan oleh Badan Pengurus Pusat MAMRE GBKP.
3.5. Tugas dari Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Pusat adalah mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan, menyusun program dan menerima usul-usul serta pemilihan Pengurus Periode berikutnya..
3.6. Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Pusat dipimpin oleh 5 (lima) orang Majelis Ketua yang dipilihdari peserta. Moderamen diundang sebagai Konsultan.

 

4. Undangan Musyawarah Pelayanan dibuat secara tertulis.

 

 

 

SERAGAM MAMRE

PENGUNJUNG WEBSITE

000658301