BAB IV
KEPENGURUSAN

Pasal 13
Susunan Pengurus

 

1. Dalam tingkat Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu Jabu) GBKP dibentuk Pengurus MAMRE GBKP Sektor/Perminggun(Perpulungen Jabu Jabu) dengan susunan :

  • Ketua
  • Sekretaris
  • Bendahara
  • Anggota 2 (dua) orang

2. Dalam tingkat Majelis Jemaat (Runggun) GBKP dibentuk Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat / Runggun dengan susunan :

  • Ketua
  • Ketua Bidang Persekutuan
  • Ketua Bidang Kesaksian
  • Ketua Bidang Pelayanan
  • Ketua Bidang Dana dan Usaha
  • Sekretaris
  • Wakil Sekretaris
  • Bendahara
  • Anggota 3 (tiga) orang

3. Dalam tingkat Klasis dibentuk Pengurus MAMRE GBKP Klasis dengan susunan

  • Ketua
  • Ketua Bidang Persekutuan
  • Ketua Bidang Kesaksian
  • Ketua Bidang Pelayanan
  • Ketua Bidang Dana dan Usaha
  • Ketua Bidang Pemberdayaan. (Sosial, Budaya, Ekonomi, Hukum dan Politik)
  • Sekretaris
  • Wakil Sekretaris
  • Bendahara
  • Anggota 4 (empat) orang

4. Dalam tingkat Sinode GBKP dibentuk Pengurus Pusat MAMRE GBKP dengan susunan :

  • Ketua Umum
  • Ketua Bidang Persekutuan
  • Ketua Bidang Kesaksian
  • Ketua Bidang Pelayanan
  • Ketua Bidang Dana dan Usaha
  • Ketua Bidang Litbang (Research and Development)
  • Ketua Bidang Pemberdayaan (Sosial, Budaya, Ekonomi, Hukum dan Politik).
  • Sekretaris Umum
  • Wakil Sekretaris
  • Bendahara Umum
  • Wakil Bendahara
  • Anggota 6 (enam) orang

5. Setiap tingkatan dapat membentuk unit-unit/seksi-seksi/atau badan-badan dalam rangka membantu kepengurusan/struktur yang sudah ada.

Pasal 14
Pemilihan Pengurus

  • Pengurus MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu Jabu) dipilih oleh Anggota MAMRE GBKP Sektor /Perminggun (Perpulungen Jabu Jabu) setempat dalam Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu-Jabu).
  • Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun) dipilih oleh Pengurus MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu-Jabu) bagi yang sudah ada, bagi yang belum ada Pengurus MAMRE Sektor/ Perminggun (Perpulungen Jabu-Jabu), dipilih oleh Anggota MAMRE GBKP dan Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun) dalam Musyawarah Pelayanan MAMRE GBKP Majelis Jemaat (MUPEL) RunggunGBKP.
  • Pengurus MAMRE GBKP Klasis dipilih oleh utusan MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun) dan Pengurus MAMRE GBKP Klasis dalam Musyawarah Pelayanan (Mupel) MAMRE GBKP Klasis.
  • Pengurus MAMRE GBKP Pusat dipilih oleh utusan MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun), utusanMAMRE GBKP Klasis dan Pengurus MAMRE GBKP Pusat dalam Musyawarah Pelayanan (MUPEL)MAMRE GBKP Pusat.
  • Pengurus MAMRE GBKP yang dipilih harus utusan resmi dari MAMRE GBKP pada setiap tingkatanya.
  • Pengurus MAMRE GBKP tidak boleh tugas rangkap dalam semua tingkatannya (lihat penjelasan).
  • Periodesasi kepengurusan dimulai dari pemilihan tingkat Pusat kemudian Klasis seterusnya Majelis Jemaat (Runggun) terakhir Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu-Jabu)

 

Pasal 15
Pelantikan Pengurus

  • Pengurus MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu Jabu) dilantik oleh BP Majelis Jemaat (BP.Runggun) GBKP setempat berdasarkan Surat Keputusan Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat(Runggun) dan disaksikan oleh Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun) dalam Kebaktian Minggu.
  • Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun) dilantik oleh BP Majelis Jemaat (BP Runggun) GBKP setempat berdasarkan Surat Keputusan Pengurus MAMRE GBKP Klasis, dalam Kebaktian Minggu disaksikan oleh Pengurus MAMRE GBKP Klasis.
  • Pengurus MAMRE GBKP Klasis dilantik oleh BP GBKP Klasis berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat MAMRE GBKP dan disaksikan oleh Pengurus Pusat MAMRE GBKP dalam Kebaktian Penutupan MUPEL MAMRE GBKP Klasis.
  • Pengurus Pusat MAMRE GBKP dilantik oleh Moderamen GBKP berdasarkan Surat Keputusan Moderamen dalam Kebaktian Penutupan Mupel MAMRE GBKP.

 

Pasal 16
Periode Kepengurusan

  • Periode Kepengurusan MAMRE GBKP dalam semua tingkatan adalah 5 (lima) tahun.
  • Jabatan-jabatan dalam kepengurusan MAMRE GBKP hanya dapat diduduki oleh seseorang paling lama 2 periode secara berturut-turut dalam jabatan yang sama

 

Pasal 17
Pertanggung jawaban Pengurus

  • Pengurus MAMRE GBKP Sektor/Perminggun (Perpulungen Jabu Jabu) bertanggung jawab kepada Rapat Anggota dan Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun).
  • Pengurus MAMRE GBKP Majelis Jemaat (Runggun), bertanggung jawab kepada Rapat Pengurus Lengkap MAMRE GBKP Majelis (Runggun), BP Majelis Jemaat (BP Runggun), Pengurus MAMRE GBKP Klasis.
  • Pengurus MAMRE GBKP Klasis bertanggung jawab kepada Rapat Pengurus Lengkap MAMRE GBKP Klasis, Musyawarah Pelayanan (MUPEL) MAMRE GBKP Klasis, BP. GBKP Klasis dan Pengurus Pusat MAMRE GBKP.
  • Pengurus Pusat MAMRE GBKP bertanggung jawab kepada Rapat Pengurus Pusat Lengkap (RPPL) MAMRE GBKP. MUPEL MAMRE GBKP dan Moderamen GBKP.

 

Pasal 18
Penyisipan Pengurus

1. Penyisipan Pengurus MAMRE GBKP dalam semua tingkatan dapat dilaksanakan apabila ada pengurus yang tidak dapat aktif lagi karena :

1.1.Meninggal Dunia
1.2.Kesehatannya tidak mengijinkan
1.3.Kena peraturan Penggembalaan Khusus / siasat Gereja
1.4.Pindah ke tempat lain diluar wilayah kepengurusannya
1.5.Atas permintaan sendiri
1.6.Terus menerus selama 6(enam) bulan tidak aktif tanpa alasan

2. Penyisipan dilaksanakan dalam Rapat Pengurus Lengkap dengan sepengetahuan Badan Pekerja Gereja menurut tingkatannya untuk meneruskan peroide kepengurusan yang berjalan.

 

 

 

 

 

SERAGAM MAMRE

PENGUNJUNG WEBSITE

000658309