Sejarah Berdirinya Mamre GBKP


Perbapan (Kaum Bapak) merupakan bagian yang tak tepisahkan dari kehidupan Gereja dan mempunyai peranan yang cukup penting dalam pelaksanaan Tri Tugas Gereja yaitu : Bersaksi, Bersekutu, dan Melayani di dalam Keluarga, Gereja dan Masyarakat. Dalam Gereja yang bertumbuh peranan perbapan perlu senantiasa ditingkatkan dalam kualitas dan kuantitasmutu. Untuk itu potensi dan karunia yang ada pada perbapan perlu dihimpun dan dibina terus menerus.

Wadah pembinaan oleh perbapan yang ada selama ini belum melembaga, karena itu perbapan dan gereja merasa perlu membentuk wadah yang baru. Pembentukannya telah digumuli secara mendalam, kemudian diputuskan dalam Sidang Sinode GBKP ke -31, tanggal 21 – 30 November 1994 dilaksanakan di Kabanjahe yaitu berdirinya satu lembaga kaum bapak dalam GBKP yang disebut MAMRE.

MAMRE mengingatkan kita kepada Abraham sebagai bapa orang yang beriman yang senantiasa taat kepada Tuhan dan menampakkanya dalam ibadah, sikap hidup, keteladanan dalam keluarga dan masyarakat. Hal itu dapat kita lihat melalui kesaksian Alkitab bahwa Abraham selalu menyadari Tuhan adalah kekuatannya. Untuk itu ibadah kepada Tuhan adalah hal yang paling diutamakan di dalam kehidupannya dimanapun ia berada ( Kej. 13 : 18)

Keakraban Tuhan dengan Abraham dinampakkannya dengan kedatanganNya kepada keluarga Abraham di Mamre, dimana Abraham menjamu Tuhan dengan setulus hati serta memimpin istrinya dan hamba – hambanya turut serta melayani Tuhan. Dalam pertemuan itu Tuhan menyatakan pemenuhan janjiNya tentang kelahiran Ishak ( Kej.18). Sikap hidup inilah merupakan kerinduan bagi setiap warga MAMRE GBKP.

Perwujudan Amanat Sinode ini dilaksanakan dalam Musyawarah Pelayanan  (MUPEL) MAMRE GBKP tanggal 26 Agustus 1995 di Kabanjahe yang ditetapkan sebagai Mupel MAMRE GBKP yang pertama dan ditetapkan sebagai hari berdirinya MAMRE GBKP. Pada tanggal tersebutlah ulang tahun MAMRE dirayakan setiap tahunnya

Pokok-pokok Peraturan Mamre ( P2P Mamre ) yang tediri dari 7 bab, 30 pasal telah direvisi 3 kali yaitu  pada Mupel Kedua Mamre tahun 2000 di Retreat Centre Sukamakmur Kabupaten Deliserdang, Mupel Ketiga Mamre tahun 2005 di Cipayung Jawa Barat dan Mupel Keempat Mamre tahun 2010 di Retreat Center Sukamakmur.  Tentu saja P2P ini juga masih banyak kelemahan dan kekurangannya, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kita harapkan dalam penyempurnaannya pada Mupel yang akan datang.

Mamre GBKP telah memiliki kepengurusan mulai dari Pengurus Mamre Perpulungen Jabu-jabu ( Sektor ) , Pengurus Mamre Majelis Jemaat, Pengurus Mamre Klasis dan Pengurus Mamre Pusat. Kepengurusan ini selama 5 tahun dan setelah itu  dipilih kembali. Masing-masing jabatan mulai dari pengurus mamre pusat sampai ke pengurus mamre majelis jemaat  telah ada  uraian  tugas ( job description ) demikian juga program kerja 5 tahunan ( pusat, klasis dan majelis jemaat )  disusun pada waktu mupel. Mamre GBKP setiap minggu mengikuti PA ( Penelaahan Alkitab ). Pencetakan buku PA ini meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2006 jumlah buku yang dicetak sebanyak 18.500 buah meningkat menjadi 20.000  pada tahun 2007 dan 21.500 pada tahun 2008.

Mamre GBKP telah memiliki seragam yang dipakai pada waktu perayaan-perayaan gerejawi. Kemeja dari uis karo ( beka buluh ) dengan celana warna gelap.

Mamre GBKP memiliki motto : Mamre erdiate, Mamre erpemere. Erdiate artinya empati, Erpemere artinya memberi sesuai yang dibutuhkan.